Anak Betawi yang Keliling Dunia Lewat Blog

Kate siape anak Betawi kagak bise maju? siape kate anak Betawi pade males dan banyak nyang jadi pengangguran? Bukan maksud nyombong atawe unjuk gigi, aye cuma ngasih tau kalo kagak semue anak Betawi kayak nyang ente kire...

Ini cuman persembahan kecil dari anak Betawi asal Tomang, Jembatan Gantung. Mudah-mudahan bise ngasih semangat sedikit ame semue orang, terutame anak betawi yang masih pade bingung idup mau ngapain? Nyok nyok nyoookk...

Monday, January 31, 2005

Aku Jadi Ingat Ibu

Perawakannya kurus, meski ia mengakalinya dengan menggunakan blazer layaknya pegawai kantoran tetap saja terlihat bentuk tubuhnya yang ramping. Rambutnya lurus sebahu nampak kumal, sorot matanya sayu dan tak pernah berani mendekati orang meski ada kemauan yang teramat untuk mendekat.

Aromanya tak sesedap kebanyakan karyawati yang pernah saya temui. Blazernya pun lusuh, saya pun sempat menduga itu pemberian orang lain. Kulitnya hitam, tak manis, tak cantik, tapi wanita tiga puluh tahunan itu tetap berusaha memberikan senyum termanisnya untuk semua orang, terutama yang bersebelahan dengannya.

Pertama kali bertemu dengannya, saya sudah menduga ada yang ganjil dengannya. Benar saja, ia yang duduk di sebelah saya di angkutan menuju Blok M langsung berbisik perlahan, sebisa mungkin ia berusaha tidak terdengar oleh orang lain kecuali saya.

“Bapak, maaf ongkos bis ini berapa ya?” tanyanya lembut.

“Seribu dua ratus bu, ibu mau kemana?”

“Ke Blok M. Tapi saya nggak punya uang…” senyumnya tertahan. Getir.

Saya tak banyak bicara ketika kondektur tiba di sisi saya, selain mengeluarkan uang untuk ongkos dua orang. Tapi…

“Bapak punya uang lebih? Dua ribu saja. Agar saya bisa sampai ke Ciledug…”

Tak pikir panjang, saya keluarkan uang lebih dari yang dimintanya. Dan itu membuat senyumnya tak lagi tertahan.

***

Untuk kedua kalinya, saya bertemu dengannya di Stasiun Kalibata. Masih dengan blazer merah marunnya yang lusuh, rambut sebahu yang agak kemerah-merahan, mata yang sayu dan senyumnya yang tetap tertahan.

Saya lemparkan senyum terlebih dulu ketika ia menatap saya. Mungkin ia masih mengingat saya. Ia duduk persis di sebelah saya, berbaris sejajar dengan calon penumpang kereta lainnya.

Saya bisa merasakan geraknya yang mendekat dan mencoba merapat, “Pak, punya uang nggak, dua ribu saja untuk ongkos pulang…” pintanya.

Lagi-lagi saya tak banyak tanya, tiga lembar ribuan saya berikan kepadanya. Dan lagi-lagi senyumnya tak tertahankan.

***

Entah apa yang ada di pikirannya, sore itu menjelang maghrib ia kembali menghampiri saya. Dan Anda pasti sudah tahu apa yang ia minta dari saya. Hanya dua ribu rupiah.

Saya sempat ragu untuk mengeluarkan uang, saya perhatikan wanita itu sejenak dan menduga ia hanyalah seorang penipu yang berpura-pura tak punya uang dan memanfaatkan kebaikan orang lain. Entah berapa banyak orang seperti saya yang berhasil ia tipu dan berapa banyak pula ‘dua ribu’ yang ia raup hari ini, kemarin, atau hari-hari sebelumnya.

Tapi, wajah itu, tangan lemah itu, mata sayu itu nampaknya telah berkata yang sebenarnya.

Satu lembar lima ribuan mampir ke tangannya. Serta merta ia menarik tangan saya hendak mencium tangan saya… segera saya tarik karena saya tak menghendaki ia berlaku demikian hanya karena lima ribu rupiah.

Saya tak mengenalnya dengan baik, dimana ia tinggal, apa pekerjaannya, dan kemana setiap hari ia berjalan. Tapi saya bisa merasa ada beberapa mulut kecil di rumahnya yang menunggu setia kepulangannya.

Sungguh saya menangis, saat menatap wajahnya saya jadi ingat ibu sewaktu saya kecil. Ibu sering pergi jauh menawarkan jasanya mengajarkan Al Quran dengan ongkos seadanya, “nanti juga dikasih ongkos dari sana,” yang dimaksud ibu adalah orang yang diajarkan mengaji.

Bagaimana jika saat ibu datang mereka tak di rumah? Bagaimana ibu pulang? Siapa yang memberinya ongkos pulang? Seperti wanita yang sering saya temuikah cara ibu bisa pulang ke rumah setiap malam?

Kepada siapa pun yang pernah memberi ibu bantuan, terima kasih tulus dari saya.

Bayu Gawtama

Friday, January 28, 2005

What Ur Birth Month Means

Is It True? Just Find Out!

JANUARY * Ambitious and serious * Loves to teach and be taught * Always looking at people's flaws and weaknesses * Likes to criticize * Hardworking and productive * Smart, neat and organized * Sensitive and has deep thoughts * Knows how to make others happy * Quiet unless excited or tensed * Rather reserved * Highly attentive * Resistant to illnesses but prone to colds * Romantic but has difficulties expressing love * Loves children * Homely person * Loyal * Needs to improve social abilities * Easily jealous

FEBRUARY * Abstract thoughts * Loves reality and abstract * Intelligent and clever * Changing personality * Temperamental * Quiet, shy and humble * Low self esteem * Honest and loyal * Determined to reach goals * Loves freedom * Rebellious when restricted * Loves aggressiveness * Too sensitive and easily hurt * Showing anger easily * Dislike unnecessary things * Loves making friends but rarely shows it * Daring and stubborn * Ambitious * Realizing dreams and hopes * Sharp * Loves entertainment and leisure * Romantic on the inside not outside * Superstitious and ludicrous * Spendthrift * Learns to show emotions

(Guwe banged nih, terutama shy and humble, loves reality, honest and loyal, determined to reach goals, loves aggressiveness, dan ludicrous. Tapi ada yang gw gak setuju, gw tuh loves making friends tapi dibilang rarely shows it? trus Romantic, harusnya on the inside and outside, superstitious? masak sih? spendthrift? he he, dikit sih....)

MARCH * Attractive personality * Affectionate * Shy and reserved * Secretive * Naturally honest, generous and sympathetic * Loves peace and serenity * Sensitive to others * Loves to serve others * Not easily angered * Trustworthy * Appreciative and returns kindness * Observant and assess others * Revengeful * Loves to dream and fantasize * Loves traveling * Loves attention * Loves home decors * Musically talented * Loves special things * Moody

APRIL * Active and dynamic * Decisive and hateful but tends to regret * Attractive and affectionate to oneself * Strong mentality * Loves attention * Diplomatic * Consoling * Friendly and solves people's problems * Brave and fearless * Adventurous * Loving and caring * Suave and generous * Emotional * Revengeful * Aggressive * Hasty * Good memory * Moving * Motivate oneself and the others * Sickness usually of the head and chest * Easily get too jealous

MAY * Stubborn and hard-hearted * Strong-willed and highly motivated * Sharp thoughts * Easily angered * Attracts others and loves attention * Deep feelings * Beautiful physically and mentally * Firm standpoint * Easily influenced * Needs no motivation * Easily consoled * Systematic (left brain) * Loves to dream * Strong clairvoyance * Understanding * Sickness usually in the ear and neck * Good imagination * Good debating skills * Good physical * Weak breathing * Loves literature and the arts * Loves traveling * Dislike being at home * Restless * Hardworking * High spirited * Spendthrift

JUNE * Thinks far with vision * Easily influenced by kindness * Polite and soft-spoken * Having lots of ideas * Sensitive * Active mind * Hesitating * Tends to delay * Choosy and always wants the best * Temperamental * Funny and humorous * Loves to joke * Good debating skills * Talkative * Daydreamer * Friendly * Knows how to make friends * Abiding * Able to show character * Easily hurt * Prone to getting colds * Loves to dress up * Easily bored * Fussy * Seldom show emotions * Takes time to recover when hurt * Brand conscious * Executive * Stubborn * Those who loves me are enemies * Those who hates me are friends

JULY * Fun to be with * Secretive * Difficult to fathom and to be understood * Quiet unless excited or tensed * Takes pride in oneself * Has reputation * Easily consoled * Honest * Concern about people's feelings * Tactful * Friendly * Approachable * Very emotional * Temperamental and unpredictable * Moody and easily hurt * Witty and sarky * Sentimental * Not revengeful * Forgiving but never forgets * Dislike nonsensical and unnecessary things * Guides others physically and mentally * Sensitive and forms impressions carefully * Caring and loving * Treats others equally * Strong sense of sympathy * Wary and sharp * Judge people through observations * Hardworking * No difficulties i

AUGUST * Loves to joke * Attractive * Suave and caring * Brave and fearless * Firm and has leadership qualities * Knows how to console others * Too generous and egoistic * Takes high pride of oneself * Thirsty for praises * Extraordinary spirit * Easily angered * Angry when provoked * Easily jealous * Observant * Careful and cautious * Thinks quickly * Independent thoughts * Loves to lead and to be led * Loves to dream * Talented in the arts, music and defense * Sensitive but not petty * Poor resistance against illnesses * Learns to relax * Hasty and rushy * Romantic * Loving and caring * Loves to make friends

SEPTEMBER * Suave and compromising * Careful, cautious and organized * Likes to point out people's mistakes * Likes to criticize * Quiet but able to talk well * Calm and cool * Kind and sympathetic * Concerned and detailed * Trustworthy, loyal and honest * Does work well * Sensitive * Thinking * Good memory * Clever and knowledgeable * Loves to look for information * Must control oneself when criticizing * Able to motivate oneself * Understanding * Secretive * Loves sports, leisure and traveling * Hardly shows emotions * Tends to bottle up feelings * Choosy especially in relationships * Loves wide things * Systematic

OCTOBER * Loves to chat * Loves those who loves him * Loves to takes things at the centre * Attractive and suave * Inner and physical beauty * Does not lie or pretend * Sympathetic * Treats friends importantly * Always making friends * Easily hurt but recovers easily * Bad tempered * Selfish * Seldom helps unless asked * Daydreamer * Very opinionated * Does not care of what others think * Emotional * Decisive * Strong clairvoyance * Loves to travel, the arts and literature * Soft-spoken, loving and caring * Romantic * Touchy and easily jealous * Concerned * Loves outdoors * Just and fair * Spendthrift and easily influenced * Easily lose confidence

NOVEMBER *Has a lot of ideas * Difficult to fathom * Thinks forward * Unique and brilliant * Extraordinary ideas * Sharp thinking * Fine and strong clairvoyance * Can become good doctors * Careful and cautious * Dynamic in personality * Secretive * Inquisitive * Knows how to dig secrets * Always thinking * Less talkative but amiable * Brave and generous * Patient * Stubborn and hard-hearted * If there is a will, there is a way * Determined * Never give up * Hardly become angry unless provoked * Loves to be alone * Thinks differently from others * Sharp-minded * Motivates oneself * Does not appreciates praises * High-spirited * Well-built and tough * Deep love

DECEMBER * Loyal and generous * Patriotic * Active in games and interactions * Impatient and hasty * Ambitious * Influential in organizations * Fun to be with * Loves to socialize * Loves praises * Loves attention * Loves to be loved * Honest and trustworthy * Not pretending * Short tempered * Changing personality * Not egoistic * Takes high pride in oneself * Hates restrictions * Loves to joke * Good sense of humor * Logical

Thursday, January 27, 2005

Antara Bogor dan Meulaboh

Kepada Cut di Meulaboh,
Surat ini Nanda kirimkan segera setelah Nanda menyaksikan rumah Cut, pekarangan Cut, tempat bermain, sekolah, masjid, kebun, luluh disapu badai tsunami.

Nanda menangis, Nanda bilang sama ibu kalau Nanda mau ke Aceh melihat apakah Cut masih hidup. Nanda tahu rumah Cut telah tak bersisa apa pun, dan karena itu Nanda ingin terbang ke kampung Cut di pinggir pantai itu, adakah Nanda di sana.

Tapi Cut,
Ibu melarang Nanda ke rumah Cut yang teramat jauh jaraknya dari rumah Nanda. Ibu bilang anak kecil tak boleh ke Meulaboh, karena semua anak-anak di kampung Cut pun diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Cut dimana sekarang?
Cut pasti sedih di tempat baru, karena tak ada teman-teman bermain cut yang dulu. Nanda masih ingat Cut selalu cerita tentang Haikal yang sering membela Cut kala diganggu Rizal. Cut juga pernah cerita tentang Hayati, teman akrab Cut yang sering memberi Cut kue. Atau Khaira, yang sering membuat Cut iri akan kecantikannya. Ah Cut, padahal Cut pun tak kalah cantiknya.

Nanda tahu,
Cut pasti rindu aksi kepahlawanan Haikal saat menghalau Rizal, atau roti hangat yang selalu dibawa Hayati setiap berkunjung ke rumah Cut. Khaira yang bajunya selalu bagus, adakah ia masih mengenakan baju bagusnya itu? Cut bahkan mungkin kangen tangan usil Rizal?

Cut,
Bagaimana kabar Fatimah, kakak Cut yang sabar itu?
Dia masih bersama Cut kan? Ayah dan Ibu? Pasti tak jauh dari Cut sekarang?

Sungguh Nanda ingin Cut membalas surat Nanda dan mengabarkan semuanya. Semuanya, tentang Cut, kak Fatimah, Ayah, Ibu, teman-teman Cut, Bonnie kucing kesayangan Cut, sekolah Cut, masjid tempat Cut mengaji, bunga melati yang Cut tanam di kebun belakang rumah Cut, semuanya Cut. Semuanya.

Tapi Cut,
Apakah masih tersisa pena untuk Cut menulis di atas kertas yang mungkin harus Cut cari ke sana kemari karena semua kertas sudah basah.

Ataukah Cut masih sempat menulis surat untuk Nanda karena untuk menghentikan tangis saja Cut belum mampu. Jangan-jangan Cut sendiri sudah tak tahu harus meminta tolong siapa untuk membantu Cut menulis surat seperti Nanda yang dibantu ibu.

Ataukah,
Ah Cut, Nanda tak berani membayangkan bahwa jemari Cut sudah sedemikian membeku dan kaku… tak sanggup lagi memegang pena?

Di surat Cut terakhir minggu lalu, Cut mengajak Nanda berkunjung ke Meulaboh. Cut cerita tentang indahnya pantai, riak gelombang yang menenangkan, dan udara pantai yang sejuk. Foto-foto Cut di halaman rumah, di kebun belakang tempat Cut menanam beberapa bunga, atau saat Cut riang di tepi pantai bersama kak Fatimah, membuat Nanda ingin segera ke rumah Cut.

Nanda gembira setelah Ayah berjanji akan mengajak Nanda dan ibu ke rumah Cut akhir tahun, sambil liburan tahun baru di Aceh. Tapi Cut, semuanya terjadi begitu cepat, satu hari sebelum Nanda berangkat ke rumah Cut…

Cut,
Andai Nanda datang lebih awal ke rumah Cut, mungkin Nanda tak perlu menulis surat ini untuk Cut. Nanda pasti jadi teman yang baik disaat Cut sendirian. Nanda pasti akan menggantikan Hayati memberi Cut kue setiap hari, atau memperingatkan Rizal agar tak mengganggu Cut yang sedang bersedih.

Cut,
Padahal Nanda ingin melihat bunga melati di kebun belakang rumah Cut. Masih adakah kelopak yang tersisa buat Nanda?


Dari Nanda,
Sahabat pena Cut di Bogor

Bayu Gautama