Anak Betawi yang Keliling Dunia Lewat Blog

Kate siape anak Betawi kagak bise maju? siape kate anak Betawi pade males dan banyak nyang jadi pengangguran? Bukan maksud nyombong atawe unjuk gigi, aye cuma ngasih tau kalo kagak semue anak Betawi kayak nyang ente kire...

Ini cuman persembahan kecil dari anak Betawi asal Tomang, Jembatan Gantung. Mudah-mudahan bise ngasih semangat sedikit ame semue orang, terutame anak betawi yang masih pade bingung idup mau ngapain? Nyok nyok nyoookk...

Monday, June 27, 2005

Seseorang dari Masa Lalu

Suatu kali saya diminta oleh beberapa pengurus remaja masjid untuk memberikan materi dalam salah satu acara kajian di masjid mereka. Ketika mereka menyebutkan lokasi acaranya, saya teringat seseorang dari masa lalu yang ingin sekali saya melupakannya. Jelas saya hapal sekali lokasi masjid yang disebutkan itu, karena belasan tahun silam saya sering berkunjung ke sana, bukan ke masjidnya, melainkan ke rumah seorang teman untuk main dan bermalam.

Ketika pengurus masjid itu menyebutkan lokasi acara, saya sempat ragu untuk menyatakan kesediaan saya memberikan materi dalam kajian bertema kerohanian tersebut. Saya hanya khawatir jika nanti di jalan menuju lokasi berpapasan dengannya. Padahal sudah lama saya memendam namanya, membuang jauh-jauh semua episode kehidupan yang pernah saya jalani bersamanya, menghapus segala kenangan yang pernah dilewati bersama, karena semua itu kerap membuat saya menangis menyesali masa lalu, masa lalu yang pernah hampir membunuh masa depan saya.

Bersamanya, saya telah pernah menjalani fase hitam dalam kehidupan ini. Dengannya, juga teman-teman lainnya kami pernah menggelar sebuah pesta bersama yang hampir semua minuman yang tersedia adalah minuman keras beralkohol, sebagian asap yang mengepul di ruangan itu juga bukan asap sembarangan yang biasa dijual di toko. Hari-hari berikutnya selama beberapa tahun juga saya jalani bersamanya dengan aksi kriminal kecil yang hasilnya pun kami gunakan untuk membeli minuman keras dan beberapa obat terlarang. Inilah fase hitam yang saya maksud, fase di masa lalu yang benar-benar ingin saya lupakan.

Ternyata saya tak pernah bisa menghapus semua kenangan itu, karenanya ketika hari disaat saya akan memberikan materi kajian di masjid yang lokasinya sangat saya hapal itu, saya berharap cemas agar tak bertemu dengannya di perjalanan. Saya bahkan khawatir ia melihat saya memasuki masjid, karena ia tahu persis, belasan tahun silam, suara panggilan sholat dari masjid itu adalah suara yang paling tidak kami gubris.

Bersyukur saya, sampai di dalam masjid saya tak bertemu dengannya, saya tak tahu harus menjawab apa kalau saja ia tahu saya berada di masjid itu untuk memberikan materi kajian kerohanian. Pasti, lidah saya kelu saat bertatapan dengannya, kelu dan tercekat disebabkan kekhawatiran ia kan bersaksi bahwa orang yang akan memberikan materi kajian adalah orang yang pernah bersamanya dalam fase kegelapan, di sini, tak jauh dari masjid ini.

Kurang dari setengah jam, masjid penuh dengan jama'ah yang kesemuanya orang-orang muda dan remaja. Seorang panitia membuka acara dan tak lama kemudian mempersilahkan saya untuk memulai kajian. "Assalaamu'alaikum..." baru saja kalimat itu terucap, bibir saya pun bergetar, saya menelan ludah yang tiba-tiba kering begitu mata saya menangkap sesosok wajah putih bersih di depan saya. Ia tersenyum manis, matanya bening dan rambutnya tersisir rapih serta berbaju gamis putih.

Saya nyaris tak sanggup melanjutkan kata-kata untuk memulai kajian itu. Lidah ini kelu mendapatkan tatapan penuh persahabatan dari si empunya wajah berseri itu. Dia, seseorang dari masa lalu yang selama ini sangat ingin saya melupakannya. Saya memang tak bertemu dengannya di perjalanan, ia juga tak melihat saya ketika masuk ke masjid. Tapi, justru saya melihatnya duduk dengan anggun di jajaran terdepan jamaah yang akan mengikuti kajian itu.

Tersenyumlah ia seraya mengangkat ibu jarinya ke arah saya. Beruntunglah saya bukan saya yang dulu lagi, karena seseorang dari masa lalu saya itu juga bukan dia yang dulu lagi. Allah Maha membolak-balikkan hati manusia.

Bayu Gawtama

9 comments:

putri said...

hiks..hiks..subhanalloh ceritanya :) stlh pertemuan itu 4JJI telah memberi hidayah kepada Pa Gaw dan Seseorang itu dlm keadaaan subhanalloh...semuanya tlh berubah menjadi lebih baik keep istiqomah pa...doakan saya juga

abhirhay said...

adakah kebahagiaan terbesar dibandingkan dengan menemukan kembali jalan yang sempat menghilang dr penglihatan?? nice post gaw

hamba Allah said...

Semoga pak Gaw, teman masa lalu & masa depan pak gaw itu, juga kita semua..ditetapkan di jalan-Nya. Yaa muqollibal qulub..tsabit qulubanaa..'ala dinik

Anonymous said...

Mas..Gaw, ini kajian yg di Masjid PT. Samsung ya?

Achul said...

Subhanallah, saya bisa membayangkan peristiwa itu, pasti stelah kajian mas gaw saling berpeluk hangat mengucapkan selamat dan syukur ALhamdulillah, Allah masih menyayangi kalian berdua dan memberikan Rahmat, Taufik dan Hidayah Nya.
DUhh.. crita ini bener2 menyentuh hati BGT...

Anonymous said...

mas gaw, saya bener2 tersentuh loh baca ini, dan kagum sama mas gaw.

btw ini bener pengalaman pribadinya mas gaw?
soalnya saya udah sering baca2 tulisannya mas gaw, dan saya pikir tu dari kecil udah seperti sekarang (alim, santun, baik hati, top deh pokoknya, at least itu yg saya tangkap dari tulisan2 mas gaw).

kalau memang ini pengalaman pribadi mas gaw, subhanallah.. semoga ini menjadi pendorong dan penyemangat bagi kita semua untuk selalu bertaubat kepada Allah swt, amiin

Ran said...

SubhanAllah...saya benar2 MENANGIS membaca tulisan ini...smg Allah menetapkan hati kita pada dien ini...Jzkallah Pak Gaw..

Crysandyah said...

Mas aq sangat kagum ama goresan ini,ternyata kita adalah satu dari miliaran manusia yang sangatt beruntung.
semoga kita selalu mendapat hidayahnya

Anonymous said...

subhanallah....Allahuakbar,... memang Allah yang menggenggam hati manusia,...tentunya pak gaw dan teman masa lalu itu merasakan kebahagian yang sama....subhanallah.