Anak Betawi yang Keliling Dunia Lewat Blog

Kate siape anak Betawi kagak bise maju? siape kate anak Betawi pade males dan banyak nyang jadi pengangguran? Bukan maksud nyombong atawe unjuk gigi, aye cuma ngasih tau kalo kagak semue anak Betawi kayak nyang ente kire...

Ini cuman persembahan kecil dari anak Betawi asal Tomang, Jembatan Gantung. Mudah-mudahan bise ngasih semangat sedikit ame semue orang, terutame anak betawi yang masih pade bingung idup mau ngapain? Nyok nyok nyoookk...

Friday, September 07, 2007

Menolong Itu Sehat!

Chairul namanya, atau ia lebih senang dipanggil Ilul. "Ilul saja bang, lebih enak dan sudah biasa" katanya ketika saya berkenalan dengannya. Ia pemuda sederhana, tidak bermotor, tidak berpakaian perlente, tidak nge-jeans, dan juga tidak punya handphone layaknya kebanyakan pemuda sekarang. Pemuda berusia duapuluh satu tahun ini sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojeg mulai pukul sepuluh pagi hingga malam hari.

Ilul memahami betul bahwa pekerjaannya bukan semata mencari uang. "ada unsur tolong menolong dalam pekerjaan saya bang." Yang dimaksud Ilul adalah, seringkali orang membutuhkan jasa ojeg untuk alasan kecepatan dan menghindari macet. Jasa ojeg-lah yang sering dijadikan andalah untuk mereka yang berpacu dengan waktu. Namun bukan hanya itu 'unsur menolong' yang dimaksud pemuda jebolan SMP itu. "Kadang ada orang butuh tumpangan padahal dia nggak punya duit, tetap saya antar. Mungkin suatu saat gantian saya yang ditolong orang lain".

Tapi, kenapa baru mulai ngojeg pukul sepuluh? nah, inilah yang menarik untuk diceritakan, sebab hal ini juga berkenaan dengan postur tubuhnya yang boleh dibilang cukup atletis. Memang kalau dilihat lebih seksama, tubuh Ilul terlihat bagus dan atletis. Untuk bagian perutnya, bolehlah dibilang "six pack", sementara otot lengannya cukup berbentuk layaknya binaraga pemula.

Apakah Ilul rajin fitness? "Duit dari mana bang buat ikut fitness. Mending buat makan..."

Akhirnya Ilul pun buka suara. Dia bilang, "boleh percaya boleh nggak". Soal bentuk tubuh atletisnya itu ia dapatkan dari rutinitas pagi dan sorenya membantu sang ibu. Setiap pagi dan sore, ia harus mengisi bak mandi di rumahnya dengan pompa tangan untuk segala keperluan, termasuk untuk mandi ketiga adiknya. Selain bak mandi, semua ember dan bak di rumahnya pun harus diisi, termasuk tempayan besar untuk air memasak. "fitness" pagi ala Ilul itu dilakukan setiap hari pagi dan sore sejak enam tahun lalu. Ayahnya meninggal dunia lebih enam tahun yang lalu dan sejak itu keluarganya memutuskan untuk tidak menggunakan pompa listrik karena khawatir tak sanggup membayar tagihan listrik.

Bukan hanya memompa, setiap usai sholat subuh ia pun harus membawakan belanjaan ibunya dari pasar. "Memang tidak banyak, tapi lumayan berjalan kaki sambil menenteng belanjaan," terangnya.

"Hasilnya seperti ini nih..." Ilul memerlihatkan beberapa bagian otot tubuhnya. Kemudian Ilul menutup pembicaraan dengan kalimat, "Saya percaya akan selalu ada keberkahan setiap kali menolong orang lain, terlebih ibu sendiri."

Sekadar menambahkan kalimat Ilul, seraya melihat hasil yang didapatnya bolehlah saya berujar, "menolong itu sehat".

***

Georgia Wilkins, PhD, penulis buku "Badai Pasti Berlalu" sebuah buku yang didedikasikan untuk para korban bencana tsunami di Asia, termasuk di Aceh, menuliskan, "setiap kali Anda menolong orang, tubuh Anda akan dibanjiri oleh zat alami dari dalam tubuh yang disebut endorfin. Zat Endorfin inilah yang berkhasiat menghilangkan berbagai penyakit dalam tubuh.

Sekali lagi, boleh percaya boleh tidak, rata-rata relawan di berbagai lokasi bencana jarang terkena penyakit meskipun ia harus bekerja siang dan malam. Boleh jadi itu karena aktivitas menolong yang dilakukannya. Wallahu 'a'lam.

2 comments:

Sony Trigiantoro said...

"...akan ada keberkahan setiap kali menolong orang..."

Subhanallah... kata-kata yang luar biasa...

Wasalam

Sony

Andri Setiawan said...

betapa malunya diri ini yang belum bisa berbuat banyak untuk orang lain :(