Anak Betawi yang Keliling Dunia Lewat Blog

Kate siape anak Betawi kagak bise maju? siape kate anak Betawi pade males dan banyak nyang jadi pengangguran? Bukan maksud nyombong atawe unjuk gigi, aye cuma ngasih tau kalo kagak semue anak Betawi kayak nyang ente kire...

Ini cuman persembahan kecil dari anak Betawi asal Tomang, Jembatan Gantung. Mudah-mudahan bise ngasih semangat sedikit ame semue orang, terutame anak betawi yang masih pade bingung idup mau ngapain? Nyok nyok nyoookk...

Thursday, July 05, 2007

Namanya Sudah di Genggaman Allah

Hariyana Hermain, nama ini sudah tercatat dengan indah sebagai salah satu yang akan segera mengunjungi rumah Allah. Yana, demikian panggilan wanita ini, sungguh tidak menyangka dirinya mendapat kesempatan luar biasa, menunaikan umroh memenuhi panggilan Allah. Kisah Yana tentu menambah daftar panjang kisah-kisah ajaib dan mengagumkan tentang orang-orang yang pergi ke tanah suci.

Yana dipercaya oleh sahabat-sahabatnya di kelompok pengajiannya untuk menjadi bendara kelompoknya. Pengajian yang dilakukan setiap pekan itu beranggotakan sebelas orang dengan satu pembina. Selama beberapa lama pengajian berlangsung, terkumpullah uang sejumlah 1,7 juta rupiah. Atas usulan salah seorang temannya, uang itu pun ditabung di salah satu bank syariah nasional. Bahkan temannya yang bekerja di bank tersebut juga yang membantu Yana mengurusi pembukaan rekening, termasuk mengisi formulirnya.

Maha Suci dan Kuasa Allah yang mengatur setiap jengkal perjalanan manusia, setelah beberapa lama uang itu ditanam di bank, teman Yana yang bekerja di bank tersebut memberikan kabar gembira, “Yana, nama kamu terpilih sebagai salah satu yang mendapat hadiah umroh…”

Yana senang bukan main, tak lupa ia mengucap syukur atas kehendak Allah. Namun ia menggantungkan rasa senangnya itu sejenak, karena ia sadar bahwa uang yang ditabungnya bukan miliknya sendiri, melainkan milik jamaah pengajiannya. Maka dalam kesempatan pengajian berikutnya, Yana mengantarkan berita ini ke forum. Sang pembina pun tak lupa mengucapkan syukur, meski kemudian semuanya sepakat bahwa hadiah itu belum sepenuhnya hak Yana. Sebelumnya, Yana pun sempat bertanya kepada pihak bank apakah hadiah tersebut bisa dialihkan, ternyata bisa.

Ada sebelas anggota dalam kelompok pengajiannya, dan dari sebelas itu, tujuh orang sudah pernah pergi ke tanah suci dan merelakan jatah umroh itu untuk empat yang belum pernah. Akhirnya, diundilah empat nama, termasuk nama Hariyana. Siapa pun nama yang keluar setelah dikocok, maka dialah yang akan berangkat umroh. Sungguh Allah Maha Kuasa, Maha Menentukan apa pun yang akan berlaku di muka bumi ini, ketika empat nama itu dikocok, keluarlah satu nama; Hariyana Hermain.

Semua yang hadir bertakbir seraya mengucap syukur, semakin yakin bahwa Allah sudah menggariskan semuanya. Nama Yana memang sudah berada di genggaman-Nya, Allah memang sudah menentukan memanggil Yana untuk menjumpai Allah di tanah suci.

Selamat jalan Yana, semoga keberkahan mengiringi keberangkatanmu ke tanah suci. Kami berharap tak berapa lama lagi bisa menyusul Yana ke tanah suci… (Gaw)

2 comments:

meli said...

Assalamu'alaikum, Bang Gaw...

lama tidak mengunjungi blog andalan ini.... Baca cerita diatas, membuat iri saya. Baru tadi pagi, saya bersama suami diskusi lagi kapan bisa umroh, bisa gak ya Ramadhan ini.... hanya diskusi2 terus yang berlanjut, tapi nama kami mungkin belum di genggamanNya ya... kapan ya itu??

zezy said...

Assalamu'alaikum mas Bayu..

Saya lagi iseng2x jalan2x di blogger.. akhirnya sampai di blog anda. Salam kenal ya.. :)

Baca tulisan2xnya seneng banget. Bagus2x! Salah satunya tulisan tentang 'Yana' ini.

Jujur ajah ya.. tulisan ini memang tampak biasa. Tp entah mengapa membuat saya merinding dan jadi tergelitik utk mengomentarinya.. hehehehe..

Iya bener banget! Jika Allah udh bilang kun fa yakun panggilan berhaji (rezeki naik Haji) itu utk mbak Yana! gak ada satu orangpun dapat menggesernya.

Yang saya kagum dalam cerita ini adalah:
- Keikhlasan 7 orang yg telah berhaji utk memberikan biaya tsb pd teman2xnya yg belum berhaji di anggotanya.

- Sikap adilnya mereka semua mencari solusi dalam menentukan siapa yg lebih berhak atas rezeki bersama itu, dan menghindari su'udzon & sifat iri dari orang2x yg juga ingin berhaji.

- Tapi yg lebih membuat saya bergidik adalah dari sisi mbak Yana-nya sendiri. Mungkin dia adalah seorang yg ikhlas. Dengan ke-ikhlasannyalah Allah tetap memberikan hadiah terindah itu padanya. Karena memang Allah kan gak buta, dan rezeki Allah takkan pernah salah alamat. Ya tokh mass... huehehe..

Semoga mbak Yana bisa menjadi Hajjah yg mabrur, dan senantiasa menjadi contoh baik bagi kawan2xnya sekembalinya dia dari tanah suci. Dan buat teman2xnya yg lain diberikan balasan & nikmat Allah yg berlipat ganda serta rezeki dari-NYA utk dapat juga berangkat ke tanah suci, amin.