Anak Betawi yang Keliling Dunia Lewat Blog

Kate siape anak Betawi kagak bise maju? siape kate anak Betawi pade males dan banyak nyang jadi pengangguran? Bukan maksud nyombong atawe unjuk gigi, aye cuma ngasih tau kalo kagak semue anak Betawi kayak nyang ente kire...

Ini cuman persembahan kecil dari anak Betawi asal Tomang, Jembatan Gantung. Mudah-mudahan bise ngasih semangat sedikit ame semue orang, terutame anak betawi yang masih pade bingung idup mau ngapain? Nyok nyok nyoookk...

Friday, December 21, 2007

[Press Release] Muliakan Pequrban dan Penerima Qurban

Allah memuliakan para pequrban dengan janji-Nya yang tak pernah diingkari. Beberapa janji Allah bagi para pequrban diantaranya pengampunan dari Allah. Rasulullah SAW bersabda kepada anaknya, Fatimah, ketika beliau ingin menyembelih hewan qurban. “Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan …” (HR. Abu Dawud dan At Tirmizi).

Hewan qurban pun akan menjadi saksi pada hari kiamat, “Sesungguhnya hewan qurban itu akan dating pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu bahagiankan dirimu dengannya” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah, dan Hakim).

Bahkan, Rasulullah SAW menggambarkan betapa besarnya pahala berqurban dengan salah satu sabdanya, “Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Jika Allah memuliakan para pequrban, apakah para penerima qurban tidak berhak mendapat kemuliaan? Meski hanya dari para panitia qurban. Lihatlah beberapa fakta tentang penyaluran hewan qurban di berbagai kota dan daerah di negeri ini.


1. Antrian panjang

Sebelum matahari terbit, bahkan ratusan orang rela menunggu pembagian jatah qurban sebelum sholat Ied diselenggarakan. Mereka khawatir tidak mendapatkan bagian daging qurban. Antrian panjang para calon penerima qurban itu lebih mirip parade kemiskinan bangsa ini

2. Berebut daging qurban

Sudah menjadi pemandangan yang biasa, pembagian daging qurban diiringi dengan kerusuhan, saling sikut, saling injak untuk berebut jatah daging qurban yang jumlahnya tak seberapa.

3. Penerima bukan yang benar-benar berhak

Ini juga fenomena yang terjadi di hari raya Idul Qurban setiap tahun penyelenggaraannya. Banyak yang sebenarnya tidak berhak menerima daging qurban, justru menjadi penikmat daging. Padahal, banyak kaum dhuafa (lemah) yang tak beranjak dari rumah mereka, berharap panitia qurban mengetuk pintu dan memberinya daging qurban.

4. Mubazir

Hal ini juga seringkali tidak terhindarkan. Lantaran banyak penyelenggara qurban tidak memiliki cukup data mustahik/calon penerima daging qurban.

Maka dari itu, di tahun ini Program ”QURBANKU untuk korban bencana” tak sekadar menyalurkan hewan qurban itu ke berbagai daerah bencana, baik bencana alam, konflik sosial dan bencana kemiskinan. Dalam pelaksanaannya, ACT pun meminimalisir terjadinya fakta-fakta di atas.

Program ”QURBANKU untuk korban bencana” tak sekadar menggalang qurban, kemudian mendistribusikannya ke berbagai daerah bencana. Salah satu keunggulan program ini adalah dalam hal packaging (pengemasan) daging qurban serta sistem distribusinya. Berikut sistem pelaksanaan program qurban yang dilakukan ACT di berbagai daerah;


1. Sentralisasi pemotongan di masing-masing wilayah

Area daerah bencana sangat luas, misalnya Bengkulu atau Jogjakarta. Sentralisasi pemotongan hanya di beberapa titik utama agar lebih efisien untuk menjamin distribusi lebih merata dan tepat sasaran serta memudahkan pemantauan.

2. Pemberdayaan relawan berbasis masyarakat lokal

Semua program ACT berbasis kerelawanan, begitu juga program qurban. Segenap relawan ACT, mulai dari kantor pusat di Ciputat hingga di berbagai daerah seperti Aceh, Jogjakarta, Bengkulu, Sumatera Barat, Sulawesi, Kalimantan dan lainnya serempak bekerja mulai dari penggalangan hingga pemotongan dan pendistribusian.

3. Pemberdayaan peternak

Pengadaan hewan qurban langsung dari peternak, bukan dari pedagang. Kebijakan ini sebagai bagian dari keberpihakan terhadap peternak yang selama ini sering tak mendapatkan perilaku tak adil dalam proses transaksi. Pengadaan hewan dari lokasi terdekat sehingga menghidupkan perekonomian lokal.

4. Kemasan sehat dan higienis

Pemuliaan penerima menjadi prioritas ACT selain memuliakan para pequrban. Kemasan daging qurban bukan dengan kantong plastik seperti yang biasanya dilakukan di hampir semua tempat. Kami menggunakan kemasan yang lebih bersih dan higienis, yakni bahan sterofoam yang ditutup dengan plastik cling wrap. Kemasan ini menjaga kesegaran dan kebersihan daging, dan langsung terlihat dengan jelas dari penutup transparannya.

5. Tanpa antrian dan tidak perlu berebut

Para penerima qurban cukup duduk tenang di rumah. Relawan-relawan ACT sudah mendata nama-nama penerima dan akan mendistribusikannya langsung ke rumah-rumah para penerima. Ini pun merupakan bagian dari pemuliaan penerima qurban.

6. Laporan pertanggungjawaban kepada para pequrban

Agar menambah keyakinan para pequrban, ACT memberikan laporan pelaksanaan pemotongan dan distribusi kepada setiap pequrban. Laporan tersebut berisi dua foto sebelum dan saat pemotongan, nama (atas nama) pequrban serta lokasi pemotongan.

***

Kami mengundang segenap rekan media untuk melihat langsung proses packaging (pengemasan) daging qurban sebelum didistribusikan kepada para penerima.

Hari/Tanggal : Sabtu, 22 Desember 2007 (hari tasyrik ke-3)
Tempat : Yayasan Ash Shiddiq, Jl. Bendungan Melayu Utara,
RT 11, RW. 01, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara
Waktu : Pukul 10.00 WIB s/d 12.00 WIB


Bayu Gawtama
Communication Senior Manager ACT
021-7414482
085219068581
www.aksicepattanggap.com

4 comments:

devout & handsome said...

bayu, kunjungi blog aku ya

Alf said...

Asl...mudah2an distribusi nya lebih baik dari taon ke taon... ee..salam kenal mas Gaw..., tulisannya bagus2, banyak peljaran, cerita dan hikmah....senang kesini

Prita said...

Assalamu'alaikum wr wb. Salam kenal sebelumnya sama mas Bayu yg tulisannya sangat menginspirasi banyak org utk bergerak ^-^.

Mo ngasi tanggapan nih mas, soal pembagian hewan kurban yg dibungkus pake plastik dan sterefoam. bukannya kedua bahan itu amat sangat tidak ramah lingkungan ya (ada tuh di postingannya mas sebelum ini). so gmn, klo dibungkusnya cukup pake plastik aja, kalo belum bisa pake kaleng (setidaknya pemakaian sterefoam bisa dihindari). kan lumayan tuh bisa ngurangin reduksi yg berdampak pd global warming..

Gatot said...

Mudh2an distribusinya merata ke yg berhak menrimanya, Amin