Anak Betawi yang Keliling Dunia Lewat Blog

Kate siape anak Betawi kagak bise maju? siape kate anak Betawi pade males dan banyak nyang jadi pengangguran? Bukan maksud nyombong atawe unjuk gigi, aye cuma ngasih tau kalo kagak semue anak Betawi kayak nyang ente kire...

Ini cuman persembahan kecil dari anak Betawi asal Tomang, Jembatan Gantung. Mudah-mudahan bise ngasih semangat sedikit ame semue orang, terutame anak betawi yang masih pade bingung idup mau ngapain? Nyok nyok nyoookk...

Tuesday, August 12, 2008

SOL, Chapter "Mengakui Kesalahan, Sanggup?" 16 & 23 Agustus 2008

Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, bedanya, tidak semua berani mengakui kesalahannya. Ada yang merasa berat, malu, gengsi, atau alasan psikologis lainnya. Ada yang takut resikonya, ada yang tak berani menanggung akibatnya, ada pula yang tak ingin orang lain tahu kesalahan yang telah diperbuatnya.

Akibatnya, ada yang rela memendam rasa bersalah bertahun-tahun, ada yang terus menerus membohongi diri, menutupi kebohongan dengan kebohongan berikutnya. Bahkan yang lebih buruk, ada yang nekad mengambil jalan pintas -bunuh diri- daripada menanggung malu.

Setiap orang memang pernah dan kerap melakukan kesalahan. Manusia yang melakukan kesalahan bukan berarti ia lemah. Sebaliknya, manusia yang lemah yakni yang terus menerus membohongi diri sendiri, dan memendam kesalahannya. Sepertinya ia begitu kuat dengan menyimpan terus kesalahannya, padahal ia akan sampai pada puncaknya dan tak tahu lagi bagaimana harus mengakhirinya.

Mudahkah mengakui kesalahan? Sanggupkah? Bagaimana caranya? baik kesalahan yang bersifat pribadi maupun menyangkut kepentingan banyak orang. Apakah semua kesalahan harus diakui? atau ada kesalahan yang cukup disimpan untuk kemudian meminta ampun kepada Allah saja??

Berbagi pengalaman, Insya Allah akan meringankan beban diri maupun saudara kita. School of Life (SOL) menyajikannya dalam chapter "Mengakui Kesalahan, Sanggup?"

Sabtu, 16 Agustus 2008
Pukul 08.30 - 12.00 WIB
Executive Lounge, Graha Elnusa, Lt. 16
Jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan

Sabtu, 23 Agustus 2008
Pukul 15.30 - 18.00 WIB
Hotel Panghegar, Bandung

Info: Andips 0856 111 5545
Bambang 0852 843 80000
Novi 0813 22455369

email info dan confirmasi: schooloflife.gaw@gmail.com
http://bayugawtama.net

acara ini didukung pula oleh PT. Elnusa

Monday, August 11, 2008

Jangan panik kalau anak "ditempeli"

Sabtu kemarin, saya membawa isteri dan anak-anak ke Bogor (rumah keluarga isteri) karena nenek isteri meninggal dunia.

Singkat cerita, rumah itu penuh baik sebelum pemakaman maupun sesudah pemakaman. puluhan orang dari anggota keluarga usai pemakaman berkumpul di rumah dan menurut dugaan saya sementara, dari sinilah 'kejadian' bermula...

ceritanya begini, minggu pagi saya dan keluarga kembali pulang ke Sawangan, depok. Sejak usai dzuhur sampai menjelang sore, Raissa, putri bungsu saya yang masih berusia kurang 3 bulan, terus menangis dan gak brhenti. Para tetangga bingung, sebab biasanya Rai gak prnah rewel dan dikenal sebagai bayi yang anteng.

Isteri saya menduga ia masuk angin karena kami naik taksi dari bogor. awalnya saya pun menduga demikian, tapi saya tetap menaruh curiga. Saya minta isteri saya terus berdzikir sambil menyusui atau membaca beberapa ayat suci.

Tapi kenapa masih nangis terus?

Hingga menjelang maghrib, Rai tetap nangis. Saat itu saya sedang mandi untuk berniat ke masjid. Namun usai mandi, saya urungkan ke masjid dan memilih sholat maghrib di rumah. Segera saya ambil Rai dari isteri saya dan saya menggendongnya, saya mendekatkan telinganya kemudian saya bilang, "dari pada nangis, kita dzikir yuk de..."

Dugaan saya kuat, ada yang "ikut" dari Bogor, sebab sebelumnya, semenjak Rai lahir atau bahkan semenjak keluarga kami tinggal di Sawangan, tidak pernah ada kejadian seperti ini. rumah kami selalu kami hiasi dengan dzikir dan bacaan al quran.

mulailah saya berdzikir, dan subhanallah, baru terucap kalimat, "Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallaah..." Rai langsung diam. saya teruskan berdzikir dan membaca beberapa ayat, mulai dari alfatihan, al ikhlas, annaas, al falaq, al baqarah (termasuk ayat qursy), al mulk dan lain-lain.

Raissa pun terus diam dan lama-lama ia tertidur. saya pikir ketika ia sudah terlelap bisa saya tinggal, saya brhenti berdzikir, tiba-tiba Rai bangun dengan mata terbelalak dan wajah ketakutan, saya kembali peluk tubuh mungilnya dan membisikkan kembali lafadz2 dzikir di telinganya, ia pun tenang kembali, hingga tertidur. Kejadian ini berulang sampai ketiga kali, setiap kali saya berhenti berdzikir, Rai bangun dengan wajah ketakutan.

Kemudian saya sempat berbicara, "Sudah ya, kamu pulang saja, jangan ganggu Raissa, ia masih kecil dan ingin istirahat" saya melihat wajahnya sangat lelah sekali, sejak siang tidak bisa tidur.

Pukul 20.10, Rai benar-benar terlelap dan saya bisa bernafas lega, sebab sampai menjelang subuh ia baru terbangun lagi. Rai sudah bisa tersenyum pagi ini dan semoga tidak ada yang mengganggunya lagi.

Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar...

Gaw

Maaf, Saya Harus Mencari Penggantimu

Maaf, sekali maaf, setelah sekian tahun kebersamaan kita. Setelah teramat banyak ujian dan cobaan kita lalui bersama, setelah berpindah-pindah rumah sampai akhirnya kita punya rumah sendiri saat ini, dirimu selalu menyertai.

Tetapi maaf, berat sekali saya harus mengatakan ini kepadamu, tetap saya memang harus mencari pengganti dirimu. Anak-anak sudah bosan denganmu, tak lagi menyayangimu, mereka memintaku untuk mencari yang baru, yang akan selalu menyertaimu kemana pun pergi. Menjadi teman tidur mereka, sahabat bermain, juga bercerita.

Mereka benar-benar tak lagi menyukaimu, lantaran penampilanmu yang tak lagi secantik dulu. Coba lihat dirimu, sedikit kumal dan benar-benar tak menarik. Pakaianmu yang sobek dan tak pernah ganti. Mereka malu jalan-jalan bersamamu, mereka takut dibilang anak kampungan bila bersisian denganmu.

Maaf, ini demi anak-anak. Bukan saya tak mencintaimu, sungguh saya masih sangat mencintaimu, tetapi jujur saya lebih mencintai anak-anak. Saya memang benar-benar harus mencari pengganti dirimu, mencari yang lebih cantik, lebih segar, penampilan lebih menarik, sehingga anak-anak pun tak malu jika jalan-jalan bersamanya.

Demi Allah, ini bukan kemauanku, bukat hasrat dan kepentinganku. Kepentingan dan kebahagiaan anak-anak jauh diatas urusanku sendiri. Dan saya akan melakukan apapun untuk mewujudkan kebahagiaan mereka, meskipun harus mengorbankan dirimu, bahkan mencampakkan dirimu.

Kamu boleh protes, marah atau memaki-maki jika itu diperlukan. Silahkan, sekali lagi maaf, calon penggantimu sudah saya persiapkan.

Selamat tinggal sayang, semoga masih ada yang mau menjadi teman sejatimu.

---------------------------

Surat terbuka untuk Choky, boneka anjing kesayangan Hufha dan Iqna, yang saya beli sejak hari pertama Hufha lahir.

Gaw, sedang mencari pengganti Choky nih