30 Menit menjelang keberangkatan Tim ACT-Aksi Cepat Tanggap ke Libanon dan Palestina, telepon berdering dan tertera nama yang tak asing di layar telepon seluler, "Yusuf Mansur" Seorang ustadz muda pimpinan pesantren Daarul Qur`an Wisatahati berkesempatan memberikan dukungan penuh kepada tim ACT yang segera berangkat ke Libanon dan Palestina. "Subhanallah, Allaahu Akbar," kalimat itu mengawali suara Ustadz Yusuf kepada Bayu Gawtama, ketua tim ACT untuk Palestina dan Libanon. Kepada Bayu, Ustadz Yusuf menyatakan dirinya dan seluruh santri Daarul Qur`an mendukung keberangkatan tim ACT.
Menurutnya, meski yang diusung Tim ACT adalah misi kemanusiaan melalui program "Food for Palestina" juga merupakan langkah jihad dalam arti yang sesungguhnya, yakni menjalankan tugas kemanusiaan di jalan Allah dengan sungguh-sungguh guna membantu saudara-saudara mukmin di Palestina dan Libanon. Bahkan, beberapa menit kemudian sebuah pesan singkat masuk dan, "Berapa lama ACT di Palestina? Insya Allah mulai malam ini, santri-santri Tahfidz di Daarul Qur`an Wisatahati, bangun malamnya, tahajjud dan munajatnya buat kawan-kawan relawan ACT. Selamat berjihad. Kami mendukung lewat bangun malam dan munajat."
Tak hanya dari Ustadz Yusuf, ratusan pesan singkat maupun telepon langsung juga masuk ke telepon seluler tiga anggota tim ACT. Seluruh isinya mendukung, mendoakan, dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberangkatan tim ACT ke Palestina dan Libanon. Tentu saja semua pesan singkat itu menambah semangat anggota tim. Terlebih keberangkatan tim pada Sabtu (5/8) malam, pukul 23.45 dihantar langsung oleh keluarga besar ACT dan keluarga masing-masing anggota tim. Rasa haru tercipta ketika harus berpisah di depan pintu gerbang keberangkatan. Anggota tim saling berpelukan, baik kepada keluarga besar ACT maupun anggota keluarga masing-masing. Para isteri dan anak-anak anggota tim pun tak kuasa menahan haru, ada bening air yang ditahan untuk tak tumpah malam itu. Agar terlihat sangat tegar menjalani missi mulia ini.
Yang tak kalah pentingnya, Jum`at (4/8) pagi sebelum acara pelepasan tim di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebuah telepon juga diterima anggota tim dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, HM. Adhyaksa Dault. Dalam telepon itu, Adyhaksa berkali-kali mengucap takbir dan rasa syukurnya atas rencana keberangkatan Tim ACT. Bahkan, Adhyaksa yang pagi itu sedang berada di Bandara menjelang keberangkatannya bersama Presiden SBY ke sidang OKI, mengatakan, "Saya mendukung tim ACT. Seharusnya semua muslim di Indonesia mendukung perjuangan Palestina dan Libanon."
Beragam dukungan terus mengalir melalui pesan singkat, telepon, maupun email. Ini semakin menunjukkan bahwa keberangkatan tim ACT ke Palestina dan Libanon mendapat dukungan penuh dari masyarakat Indonesia. Ya, memang dukungan itulah yang diharapkan, selain juga doa dan uluran tangan yang tak henti untuk saudara-saudara di Palestina dan Libanon. (Gaw/saat transit di Doha, Qatar)
Anak Betawi yang Keliling Dunia Lewat Blog
Kate siape anak Betawi kagak bise maju? siape kate anak Betawi pade males dan banyak nyang jadi pengangguran? Bukan maksud nyombong atawe unjuk gigi, aye cuma ngasih tau kalo kagak semue anak Betawi kayak nyang ente kire...
Ini cuman persembahan kecil dari anak Betawi asal Tomang, Jembatan Gantung. Mudah-mudahan bise ngasih semangat sedikit ame semue orang, terutame anak betawi yang masih pade bingung idup mau ngapain? Nyok nyok nyoookk...
Ini cuman persembahan kecil dari anak Betawi asal Tomang, Jembatan Gantung. Mudah-mudahan bise ngasih semangat sedikit ame semue orang, terutame anak betawi yang masih pade bingung idup mau ngapain? Nyok nyok nyoookk...
Tuesday, August 08, 2006
Thursday, August 03, 2006
Allah Ganteng Nggak?
Anak-anak, kadang dengan keluguannya melontarkan kalimat-kalimat luar biasa. Baik berupa pertanyaan mau pun pernyataan singkat. Sering kali kita yang dewasa tak mampu mencerna kalimat-kalimat polos yang keluar dari mulut mungil mereka. Bukan karena ketidakmampuan mereka melafazkan kata-kata secara benar, misalnya lantaran lidahnya belum mampu mengucap “R” atau ada kata-kata yang sering diucapkan terbalik seperti Gajah yang terucap Jagah, putih jadi tupih, dan murah untuk rumah.
Seringkali yang membuat orang dewasa terperangah, lucu, dan terheran-heran tidak tahu bagaimana menjawabnya adalah pertanyaan-pertanyaan sederhana namun mendasar yang justru sebenarnya kosa kata itu pernah ia dapatkan dari orangtuanya di hari-hari sebelumnya. Ingat, ketika kita –orang tua- sudah lupa dengan apa yang pernah kita ajarkan, kita ucapkan kepada mereka, justru mereka sudah melekatkan semua kalimat yang terdengar secara lengkap berikut titik koma, penekanan, bahkan mimik kita ketika berbicara. Otak mereka seperti kaset perekam super canggih yang tak melewatkan satu huruf pun, tidak error, dan mampu bertahan sangat lama.
Ini juga salah satu makna kenapa setiap bayi muslim yang dilahirkan dianjurkan untuk diperdengarkan suara adzan dan iqomat di kedua telinganya. Agar suara-suara itu akrab di telinga mereka, dan kemudian suara-suara kebaikan lainnya –seperti lantunan ayat suci alquran- sangat disarankan untuk terus diperdengarkan. Jadi, hati-hati untuk bertutur, berkomentar, berkata-kata di depan anak-anak. Apa pun yang keluar dari mulut orang tua, mereka pasti mendengar, merekam dan –ini yang wajib diperhatikan- ditirunya. Kata-kata yang baik, lembut, sopan dan benar, membuat anak-anak bertutur yang sama. Jika kalimat kasar, sarkas, kotor dan dusta yang sering didengarnya, itu pula yang akan terucap dari bibirnya. Jadi jangan heran kalau suatu saat Anda mendengar anak-anak berucap kalimat yang membuat Anda terperanjat –bisa kaget, bisa kagum. Boleh jadi kalimat itu berasal dari Anda atau lingkungan sekitar. Karenanya, perhatikan juga lingkungan sekitar Anda. Mungkin saja Anda sudah berhati-hati, namun tetangga Anda sangat kasar dalam berkata-kata. Di sini pentingnya untuk selalu mendampingi dan memberitahu anak-anak tentang kata-kata ‘baru’ yang mereka dapatkan sepulang bermain.
Sekedar berbagi. Dongeng tentang ketuhanan, kebenaran, kehabatan, kebaikan dan banyak hal yang sering saya hantarkan kepada anak-anak menjelang tidurnya ternyata membuat mereka sering melontarkan pernyataan dan pertanyaan yang mengejutkan.
Satu malam sepulang dari Pantai Pangandaran –mereka tahu saya tugas ke Pangandaran untuk membantu korban tsunami- si kecil Iqna (4 tahun) bertanya, “emang Abi nggak kena ombak di Pangandaran?”
Saya jawab, “Alhamdulillah nggak”
“Ooh… emang kalau Abi item dan kepalanya botak, Abi jadi kuat?” saya ingin tertawa mendengar pertanyaannya. Tapi jujur saya tidak bisa menjawabnya, kecuali “kan ada Allah yang melindungi…”
“Kan Allah ada di langit, emangnya Allah turun ke Pangandaran terus nolongin Abi?” lagi-lagi saya kesulitan menjawabnya. Saya hanya mengangguk.
“Berarti Abi kuat dong, Abi hebat dong… kuat mana sama Allah?” Waddooh, pertanyaannya makin berat, tapi mudah jawabnya, “Ya jelas kuat Allah dong…”
“Abi, dede mau dong naik pesawat kayak Abi… biar dede bisa lihat Allah. Abi kan sering naik pesawat sampe ke langit, udah pernah ketemu Allah?” Nah lho, ada yang bisa bantu jawab?
Lalu saya Tanya, “emang kenapa dede mau lihat Allah?”
Mau tau jawabnya???
“pengen lihat, Allah itu ganteng nggak. Gantengan mana sama Abi…” saya hampir menelan ludah dengan pernyataannya. Bayangkan kalau saya sampai menjawab “gantengan Allah”, nanti akan ada pertanyaan lainnya, “emang Allah laki-laki?” makin bingung kan?
Semalam sehabis maghrib saat belajar baca Iqro’, Iqna protes ke umminya. “baca ‘A’udzu billaah dulu mi, biar ketemu Allah,” ha ha.
Si kecil memang beda dengan tetehnya, Hufha. Tetehnya sudah lebih tahu bahwa Allah tidak bisa dilihat –walau Ia sangat dekat dan selalu melihat kita- dan Allah bisa ada di mana-mana, di mana pun kita berada, kemana pun kita menghadap. Tidak mesti jawabannya, Allah itu di langit.
Ya, namanya juga anak-anak. Dialog-dialog kecil dengan mereka sangatlah bermanfaat, mengharukan, menggelikan, namun kadang membuat kita terperangah tidak menyangka akan apa yang mereka lontarkan. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang bijak dengan kata-kata kita.
Bayu Gawtama
Seringkali yang membuat orang dewasa terperangah, lucu, dan terheran-heran tidak tahu bagaimana menjawabnya adalah pertanyaan-pertanyaan sederhana namun mendasar yang justru sebenarnya kosa kata itu pernah ia dapatkan dari orangtuanya di hari-hari sebelumnya. Ingat, ketika kita –orang tua- sudah lupa dengan apa yang pernah kita ajarkan, kita ucapkan kepada mereka, justru mereka sudah melekatkan semua kalimat yang terdengar secara lengkap berikut titik koma, penekanan, bahkan mimik kita ketika berbicara. Otak mereka seperti kaset perekam super canggih yang tak melewatkan satu huruf pun, tidak error, dan mampu bertahan sangat lama.
Ini juga salah satu makna kenapa setiap bayi muslim yang dilahirkan dianjurkan untuk diperdengarkan suara adzan dan iqomat di kedua telinganya. Agar suara-suara itu akrab di telinga mereka, dan kemudian suara-suara kebaikan lainnya –seperti lantunan ayat suci alquran- sangat disarankan untuk terus diperdengarkan. Jadi, hati-hati untuk bertutur, berkomentar, berkata-kata di depan anak-anak. Apa pun yang keluar dari mulut orang tua, mereka pasti mendengar, merekam dan –ini yang wajib diperhatikan- ditirunya. Kata-kata yang baik, lembut, sopan dan benar, membuat anak-anak bertutur yang sama. Jika kalimat kasar, sarkas, kotor dan dusta yang sering didengarnya, itu pula yang akan terucap dari bibirnya. Jadi jangan heran kalau suatu saat Anda mendengar anak-anak berucap kalimat yang membuat Anda terperanjat –bisa kaget, bisa kagum. Boleh jadi kalimat itu berasal dari Anda atau lingkungan sekitar. Karenanya, perhatikan juga lingkungan sekitar Anda. Mungkin saja Anda sudah berhati-hati, namun tetangga Anda sangat kasar dalam berkata-kata. Di sini pentingnya untuk selalu mendampingi dan memberitahu anak-anak tentang kata-kata ‘baru’ yang mereka dapatkan sepulang bermain.
Sekedar berbagi. Dongeng tentang ketuhanan, kebenaran, kehabatan, kebaikan dan banyak hal yang sering saya hantarkan kepada anak-anak menjelang tidurnya ternyata membuat mereka sering melontarkan pernyataan dan pertanyaan yang mengejutkan.
Satu malam sepulang dari Pantai Pangandaran –mereka tahu saya tugas ke Pangandaran untuk membantu korban tsunami- si kecil Iqna (4 tahun) bertanya, “emang Abi nggak kena ombak di Pangandaran?”
Saya jawab, “Alhamdulillah nggak”
“Ooh… emang kalau Abi item dan kepalanya botak, Abi jadi kuat?” saya ingin tertawa mendengar pertanyaannya. Tapi jujur saya tidak bisa menjawabnya, kecuali “kan ada Allah yang melindungi…”
“Kan Allah ada di langit, emangnya Allah turun ke Pangandaran terus nolongin Abi?” lagi-lagi saya kesulitan menjawabnya. Saya hanya mengangguk.
“Berarti Abi kuat dong, Abi hebat dong… kuat mana sama Allah?” Waddooh, pertanyaannya makin berat, tapi mudah jawabnya, “Ya jelas kuat Allah dong…”
“Abi, dede mau dong naik pesawat kayak Abi… biar dede bisa lihat Allah. Abi kan sering naik pesawat sampe ke langit, udah pernah ketemu Allah?” Nah lho, ada yang bisa bantu jawab?
Lalu saya Tanya, “emang kenapa dede mau lihat Allah?”
Mau tau jawabnya???
“pengen lihat, Allah itu ganteng nggak. Gantengan mana sama Abi…” saya hampir menelan ludah dengan pernyataannya. Bayangkan kalau saya sampai menjawab “gantengan Allah”, nanti akan ada pertanyaan lainnya, “emang Allah laki-laki?” makin bingung kan?
Semalam sehabis maghrib saat belajar baca Iqro’, Iqna protes ke umminya. “baca ‘A’udzu billaah dulu mi, biar ketemu Allah,” ha ha.
Si kecil memang beda dengan tetehnya, Hufha. Tetehnya sudah lebih tahu bahwa Allah tidak bisa dilihat –walau Ia sangat dekat dan selalu melihat kita- dan Allah bisa ada di mana-mana, di mana pun kita berada, kemana pun kita menghadap. Tidak mesti jawabannya, Allah itu di langit.
Ya, namanya juga anak-anak. Dialog-dialog kecil dengan mereka sangatlah bermanfaat, mengharukan, menggelikan, namun kadang membuat kita terperangah tidak menyangka akan apa yang mereka lontarkan. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang bijak dengan kata-kata kita.
Bayu Gawtama
Tuesday, August 01, 2006
Mengenal Gempa Bumi
PENGENALAN GEMPA BUMI
BUMI BENTUK DAN UKURAN
Bumi berbentuk bulat seperti bola, namun rata di kutub-kutubnya.
jari-jari Khatulistiwa = 6.378 km, jari-jari kutub=6.356 km. Lebih dari 70 % permukaan bumi diliputi oleh lautan.
STRUKTUR DALAM BUMI
Bumi memiliki struktur dalam yang hampir sama dengan telur. Kuning telurnya adalah inti, putih telurnya adalah selubung, dan cangkang telurnya adalah kerak.
Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas litosfer, astenosfer, dan mesosfer. Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira 100 km) dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung. Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas misalkan gunungapi. Litosfer bersuhu dingin dan kaku. Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer. Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan karena itubersifat seperti fluida. Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu. Lapisan berikutnya mesosfer. Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer. Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.
TEORI TEKTONIK LEMPENG
Menurut teori tektonik lempeng, permukaan bumi ini terbagi atas kira-kira 20 pecahan besar yang disebut lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi yang padat. Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas. Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu bergerak diatas astenosfer yang lebih cair.
Panah pada peta menunjukkan arah pergerakan lempeng saat ini.
BATAS - BATAS LEMPENG
Daerah tempat lempeng-lempeng itu bertemu disebut batas lempeng. Pada batas lempeng kita dapat mengetahui cara bergerak lempeng-lempeng itu. Lempeng bisa saling menjauh, saling bertumbukan, atau saling menggeser ke samping.
PENYEBAB GERAKAN LEMPENG
Arus konveksi memindahkan panas melalui zat cair atau gas. Gambar poci kopi menunjukkan dua arus konveksi dalam zat cair. Perhatikan, air yang dekat dengan api akan naik, saat dingin di permukaan air kembali turun. Para ilmuwan menduga arus konveksi dalam selubung itulah yang membuat lempeng-lempeng bergerak. Karena suhu selubung amat panas, bagian-bagian di selubung bisa mengalir seperti cairan yang tipis. Lempeng-lempeng itu bergerak seperti ban berjalan berukuran besar.
GEMPABUMI
APAKAH GEMPABUMI ITU?
Gempabumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi , patahan aktif aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan. Kekuatan gempabumi akibat aktivitas gunungapi dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempabumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.
PROSES GEMPABUMI
Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempabumi.
DIMANAKAH KITA TINGGAL ?
Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik. Lempeng Eurasia dan Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai selatan pulau Jawa, lepas pantai Selatan kepulauan Nusatenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Antara lempeng Australia dan Pasifik terjadi tumbukan di sekitar Pulau Papua. Sementara pertemuan antara ketiga lempeng itu terjadi di sekitar Sulawesi. Itulah sebabnya mengapa di pulau-pulau sekitar pertemuan 3 lempeng itu sering terjadi gempabumi.
Peta kepulauan Indonesia pada pertemuan 3 lempeng
Berikut ini adalah 25 Daerah Wilayah Rawan Gempabumi Indonesia yaitu: Aceh, Sumatera Utara (Simeulue), Sumatera Barat - Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten Pandeglang, Jawa Barat, Bantar Kawung, Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku Utara, Maluku Selatan, Kepala Burung-Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wamena, dan Kalimantan Timur.
INTENSITAS DAN KEKUATAN GEMPA BUMI
Intensitas gempabumi adalah tingkat kerusakan yang terasa pada lokasi terjadinya. Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang dihasilkannya, pengaruhnya pada benda-benda, bangunan, dan tanah, dan akibatnya pada orang-orang. Skala ini disebut MMI (Modified Mercalli Intensity) diperkenalkan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Magnituda adalah parameter gempa yang diukur berdasarkan yang terjadi pada daerah tertentu, akibat goncangan gempa pada sumbernya. Satuan yang digunakan adalah Skala Richter. Skala ini diperkenalkan oleh Charles F. Richter tahun 1934. Sebagai contoh, gempabumi dengan kekuatan 8 Skala Richter setara kekuatan bahan peledak TNT seberat 1 gigaton atau 1 milyar ton.
AKIBAT GEMPABUMI
Akibat utama gempabumi adalah hancurnya bangunan-bangunan karena goncangan tanah. Jatuhnya korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa reruntuhan bangunan, terkena longsor, dan kebakaran. Jika sumber gempabumi berada di dasar lautan maka bisa membangkitkan gelombang tsunami yang tidak saja menghantam pesisir pantai di sekitar sumber gempa tetapi juga mencapai beberapa km ke daratan.
Korban jiwa terbesar akibat gempabumi Indonesia terjadi di Nias pada bulan Maret 2005 sebanyak 300 jiwa. Sementara korban jiwa gempabumi yang kemudian membangkitkan tsunami terbesar memakan korban jiwa terjadi di Aceh dan Sumut pada Desember 2004, sebanyak 250.000 jiwa.
TINDAKAN KITA SAAT TERJADI GEMPABUMI
Jika gempabumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.
DI DALAM RUMAH
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
DI LUAR RUMAH
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
DI MALL, BIOSKOP, DAN LANTAI DASAR MALL
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
DI DALAM LIFT
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
DI DALAM KERETA API
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
DI DALAM MOBIL
Saat terjadi gempabumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
DI GUNUNG/PANTAI
Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
BERI PERTOLONGAN
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempabumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.
EVAKUASI
Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempabumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah. Bawalah barang-barang secukupnya.
DENGARKAN INFORMASI
Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.
sumber: Website Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
BUMI BENTUK DAN UKURAN
Bumi berbentuk bulat seperti bola, namun rata di kutub-kutubnya.
jari-jari Khatulistiwa = 6.378 km, jari-jari kutub=6.356 km. Lebih dari 70 % permukaan bumi diliputi oleh lautan.
STRUKTUR DALAM BUMI
Bumi memiliki struktur dalam yang hampir sama dengan telur. Kuning telurnya adalah inti, putih telurnya adalah selubung, dan cangkang telurnya adalah kerak.
Berdasarkan penyusunnya lapisan bumi terbagi atas litosfer, astenosfer, dan mesosfer. Litosfer adalah lapisan paling luar bumi (tebal kira-kira 100 km) dan terdiri dari kerak bumi dan bagian atas selubung. Litosfer memiliki kemampuan menahan beban permukaan yang luas misalkan gunungapi. Litosfer bersuhu dingin dan kaku. Di bawah litosfer pada kedalaman kira-kira 700 km terdapat astenosfer. Astenosfer hampir berada dalam titik leburnya dan karena itubersifat seperti fluida. Astenosfer mengalir akibat tekanan yang terjadi sepanjang waktu. Lapisan berikutnya mesosfer. Mesosfer lebih kaku dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer. Mesosfer terdiri dari sebagian besar selubung hingga inti bumi.
TEORI TEKTONIK LEMPENG
Menurut teori tektonik lempeng, permukaan bumi ini terbagi atas kira-kira 20 pecahan besar yang disebut lempeng. Ketebalannya sekitar 70 km. Ketebalan lempeng kira-kira hampir sama dengan litosfer yang merupakan kulit terluar bumi yang padat. Litosfer terdiri dari kerak dan selubung atas. Lempengnya kaku dan lempeng-lempeng itu bergerak diatas astenosfer yang lebih cair.
Panah pada peta menunjukkan arah pergerakan lempeng saat ini.
BATAS - BATAS LEMPENG
Daerah tempat lempeng-lempeng itu bertemu disebut batas lempeng. Pada batas lempeng kita dapat mengetahui cara bergerak lempeng-lempeng itu. Lempeng bisa saling menjauh, saling bertumbukan, atau saling menggeser ke samping.
PENYEBAB GERAKAN LEMPENG
Arus konveksi memindahkan panas melalui zat cair atau gas. Gambar poci kopi menunjukkan dua arus konveksi dalam zat cair. Perhatikan, air yang dekat dengan api akan naik, saat dingin di permukaan air kembali turun. Para ilmuwan menduga arus konveksi dalam selubung itulah yang membuat lempeng-lempeng bergerak. Karena suhu selubung amat panas, bagian-bagian di selubung bisa mengalir seperti cairan yang tipis. Lempeng-lempeng itu bergerak seperti ban berjalan berukuran besar.
GEMPABUMI
APAKAH GEMPABUMI ITU?
Gempabumi adalah berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi , patahan aktif aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan. Kekuatan gempabumi akibat aktivitas gunungapi dan runtuhan batuan relatif kecil sehingga kita akan memusatkan pembahasan pada gempabumi akibat tumbukan antar lempeng bumi dan patahan aktif.
PROSES GEMPABUMI
Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukkan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukkan energi di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya di zona-zona itu terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses ini menimbukan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempabumi.
DIMANAKAH KITA TINGGAL ?
Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu lempeng Australia, Eurasia, dan Pasifik. Lempeng Eurasia dan Australia bertumbukan di lepas pantai barat Pulau Sumatera, lepas pantai selatan pulau Jawa, lepas pantai Selatan kepulauan Nusatenggara, dan berbelok ke arah utara ke perairan Maluku sebelah selatan. Antara lempeng Australia dan Pasifik terjadi tumbukan di sekitar Pulau Papua. Sementara pertemuan antara ketiga lempeng itu terjadi di sekitar Sulawesi. Itulah sebabnya mengapa di pulau-pulau sekitar pertemuan 3 lempeng itu sering terjadi gempabumi.
Peta kepulauan Indonesia pada pertemuan 3 lempeng
Berikut ini adalah 25 Daerah Wilayah Rawan Gempabumi Indonesia yaitu: Aceh, Sumatera Utara (Simeulue), Sumatera Barat - Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten Pandeglang, Jawa Barat, Bantar Kawung, Yogyakarta, Lasem, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kepulauan Aru, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sangir Talaud, Maluku Utara, Maluku Selatan, Kepala Burung-Papua Utara, Jayapura, Nabire, Wamena, dan Kalimantan Timur.
INTENSITAS DAN KEKUATAN GEMPA BUMI
Intensitas gempabumi adalah tingkat kerusakan yang terasa pada lokasi terjadinya. Angkanya ditentukan dengan menilai kerusakan yang dihasilkannya, pengaruhnya pada benda-benda, bangunan, dan tanah, dan akibatnya pada orang-orang. Skala ini disebut MMI (Modified Mercalli Intensity) diperkenalkan oleh Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Magnituda adalah parameter gempa yang diukur berdasarkan yang terjadi pada daerah tertentu, akibat goncangan gempa pada sumbernya. Satuan yang digunakan adalah Skala Richter. Skala ini diperkenalkan oleh Charles F. Richter tahun 1934. Sebagai contoh, gempabumi dengan kekuatan 8 Skala Richter setara kekuatan bahan peledak TNT seberat 1 gigaton atau 1 milyar ton.
AKIBAT GEMPABUMI
Akibat utama gempabumi adalah hancurnya bangunan-bangunan karena goncangan tanah. Jatuhnya korban jiwa biasanya terjadi karena tertimpa reruntuhan bangunan, terkena longsor, dan kebakaran. Jika sumber gempabumi berada di dasar lautan maka bisa membangkitkan gelombang tsunami yang tidak saja menghantam pesisir pantai di sekitar sumber gempa tetapi juga mencapai beberapa km ke daratan.
Korban jiwa terbesar akibat gempabumi Indonesia terjadi di Nias pada bulan Maret 2005 sebanyak 300 jiwa. Sementara korban jiwa gempabumi yang kemudian membangkitkan tsunami terbesar memakan korban jiwa terjadi di Aceh dan Sumut pada Desember 2004, sebanyak 250.000 jiwa.
TINDAKAN KITA SAAT TERJADI GEMPABUMI
Jika gempabumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan dimanapun anda berada.
DI DALAM RUMAH
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.
DI LUAR RUMAH
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.
DI MALL, BIOSKOP, DAN LANTAI DASAR MALL
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam.
DI DALAM LIFT
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.
DI DALAM KERETA API
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.
DI DALAM MOBIL
Saat terjadi gempabumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.
DI GUNUNG/PANTAI
Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
BERI PERTOLONGAN
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempabumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.
EVAKUASI
Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempabumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah. Bawalah barang-barang secukupnya.
DENGARKAN INFORMASI
Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.
sumber: Website Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Subscribe to:
Posts (Atom)